
Pariwisata merupakan salah satu sektor yang saat ini sangat berpengaruh besar di Indoneasia dan banyak program yang di lakukan pemerintah Indoneasia demi mengangkat dan memperkenalkan pariwisata yang ada di setiap daerah di Indonesia, seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia adalah salah satu negara dari 204 negara didunia (viva).
Indonesia merupakan negara maritim, yaitu negara yang memiliki banyak pulau. Hal ini menyebabkan Indonesia kaya akan sumber daya alam. Sumber daya alam yang melimpah ini terdiri dari hayati, energi, materi, ruang dan masih banyak lagi macamnya. Karena adanya potensi pada sumber daya alam tersebut.
Seiring perkembangan zaman dan teknologi, Pariwisata juga terus mengalami perubahan dan pembaharuan seperti yang di sampaikan oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang mengajak para pelaku industri pariwisata yang tergabung dalam ASITA untuk menggalakkan digital dan milennial tourism di Indonesia.

Hal ini juga di sebabkan oleh era Dimasa kini segala informasi dan kebutuhan bisa diakses melalui Smartphone dan Internet, hal ini tidak hanya berdampak dalam proses pemenuhan kebutuhan sehari hari seperti melakukan pesenan tiket pesawat online, memesan makanan dan transportasi umum secara online, akomodasi menginap secara online dan masih banyak lagi.
Hal tersebut secara tidak langsung berdampak di kehidupan sehari hari yang menjadi lebih mudah bagi individu yang menggunakan fasilitas tersebut tapi juga memberikan dampak positif bagi penyedia jasa layanan tersebut.
Dengan adanya internet maupun sosial media kita dapat dengan mudah mendapatkan informasi mengenai berbagai tempat wisata di seluruh belahan dunia, ditunjang dengan mudahnya mengakses akomodasi dan transportasi membuat lebih banyak orang memiliki kesempatan untuk mulai bepergian karena tidak perlu khawatir mengenai akomodasi karena mereka dapat dengan mudah mengakses lokasi, fasilitas, tempat wisata sekitar dan melihat ulasan dari tempat tersebut hanya dengan beberapa klik di smartphone.
Menindaklanjuti dari berkesimabungannya hal diatas saat ini kian bertambah banyak perusahaan yang mulai berkarir di dunia pariwisata atau travel digital dan terbukti tidak hanya memberikan dampak positif ke perusahaan tersebut melainkan telah menyumbang banyak ke devisa negara dari sektor pariwisatanya.
Menpar Arief juga menjelaskan pertumbuhan pariwisata di Indonesia menjadi salah satu paling tercepat di dunia. Untuk itu pemerintah fokus pada dua hal, yang pertama deregulasi dan yang kedua adalah digitalisasi.
Menurut dia, transformasi melalui digital saat ini paling tepat dilakukan karena hampir 70 persen wisatawan ke Indonesia sudah menggunakan digital.
Ia juga mengatakan sangat perlu mempersiapkan platform digital yang mumpuni, dapat mengakomodir milenial secara intim. Namun, jangan lupakan konten seperti story telling, experience, dan originalitas atau keaslian.
Menteri Pariwisata Arief Yahya yang juga ada dalam FGD tersebut mengamini hal tersebut. Menurutnya konten di destinasi memang perlu diperkuat dengan story telling, experience, dan lainnya. Arief menargetkan pasar milenial sebesar satu per tiga dari target 20 juta wisatawan mancanegara di 2019, yaitu sekitar enam hingga tujuh juta. Sementara untuk wisatawan nusantara sebanyak 28 juta wisatawan nusantara.
Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk membantu mengembangkan pariwisata di era Digitalisasi ini ?

Kita dapat melakukan perubahan dari diri kita sendiri yaitu dengan membagikan berbagai keindahan bumi pertiwi di sosial media maupun diinternet dengan cara yang kita sukai ataupun kuasai, hal ini secara tidak langsung akan memberikan informasi kepada orang lain. Saat ini semua orang dapat saling membagikan cerita dan pengalaman tentang tempat wisata dengan bantuan berbagai media sosial entah dalam bentuk gambar, ulasan maupun video. Dengan demikian kita turut mensupport program pemerintah dan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan bangga menjadi warga Indonesia.