Pariwisata Bali Siap Bersaing di Era Global

Kekayaan Indonesia tidak ada habisnya, mulai dari sumber daya alam dan sumber daya manusianya. Meskipun di era global seperti saat ini persaingan tentang pariwisata dan sumber daya manusia semakin berat karena dengan mudahnya mengakses informasi semakin banyak pula tempat wisata di luar bali maupun di luar negeri mulai naik ke permukaan.

Meski demikian, Bali tetap percaya diri dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki akan tetap menjadi tempat wisata special di hati orang orang dan di mata dunia, hal ini yang membuat Bali yakin dan siap untuk menghadapi dunia global dan bersaing dengan tempat wisata lain karena Bali memiliki beberapa hal yang menjadi landasan dan acuan di dunia pariwisata :

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali terus meningkat dari tahun ke tahun. Wisman yang datang 2010 hanya 2.49 juta orang. Angkanya naik menjadi 2,75 juta wisman pada 2011 dan 2,82 juta wisman pada 2012.

Tiga tahun berikutnya, Bali kedatangan 3,27 juta wisman pada 2013, 3,76 juta wisman pada 2014, dan empat juta wisman pada 2015. Lonjakannya semakin signifikan pada 2016 mencapai 4,92 juta wisman atau dengan kata lain melonjak 23,14 persen dibanding setahun sebelumnya.

Mengapa jumlah wisatawan kian meningkat di Bali ?

Berikut adalah beberapa Aspek yang mempengaruhi wisata dan dapat dikelompokkan menjadi empat kategori (Spillane, 1994:63), diantaranya :

1. Attraction/daya tarik

Menurut pengertiannya attraction adalah cara menarik wisatawan atau pengunjung dengan sesuatu yang dapat ditampilkan atau wisatawan tertarik pada ciri-ciri khas tertentu dari obyek wisata. Motivasi wisatawan untuk mengunjungi suatu tempat adalah untuk memenuhi atau memuaskan beberapa kebutuhan dan permintaan. Biasanya para wisatawan tertarik pada suatu lokasi yang memiliki ciri khas tertentu yang antara lain adalah keindahan alam dan kebudayaan.

Seperti yang kita ketahui bawasannya Bali memiliki tempat pariwisata yang tiada habisnya, souvenir khas dan unik, kuliner, adat istiadat yang masih terjaga kelestariannya serta seni dan budaya yang hanya bisa di jumpai di Bali.

2. Fasilitas

Fasilitas dalam pengembangan pariwisata lebih cenderung berorientasi pada attraction di suatu lokasi karena fasilitas harus terletak dekat dengan pasarnya. Fasilitas cenderung mendukung bukan mendorong pertumbuhan dan cenderung berkembang pada saat yang sama atau sesudah attractionberkembang, attraction juga dapat merupakan fasilitas.

Dalam melakukan perjalanan ke suatu tempat atau daerah yang menjadi tujuan wisata diperlukan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan wisatawan, sehingga sebelum melakukan perjalanan wisata terlebih dahulu perlu diketahui tentang fasilitas transportasi, akomodasi, fasilitas catering service yang dapat menunjang dan memberikan pelayanan mengenai makanan dan minuman, obyek dan atraksi wisata yang ada di daerah tujuan, aktifitas rekreasi yang dapat dilakukan serta fasilitas perbelanjaan. Hal tersebut mengakibatkan timbulnya spesialisasi pelayanan yang pada akhirnya membentuk suatu distribusi pelayanan pada pendukung industri wisata.

Menurut Yoeti (1992), sarana wisata dapat dibagi menjadi tiga unsur pokok, diantaranya :

  1. Sarana pokok pariwisata, adalah perusahaan yang hidup dan kehidupannya tergantung pada arus kedatangan orang yang melakukan perjalanan wisata. Termasuk dalam kelompok ini adalah travel agent, perusahaan-perusahaan angkutan wisata, serta jenis akomodasi lainnya, restoran dan rumah makan lainnya serta obyek wisata dan atraksi wisata.
  2. Sarana pelengkap kepariwisataan adalah perusahaan atau tempat yang menyediakan fasilitas untuk rekreasi yang fungsinya tidak hanya melengkapi sarana pokok kepariwisataan, tetapi yang terpenting adalah menjadikan para wisatawan lebih lama tinggal pada suatu daerah tujuan wisata.
  3. Sarana penunjang kepariwisataan adalah perusahaan yang menunjang sarana pelengkap dan sarana pokok dan berfungsi tidak hanya membuat para wisatawan betah pada suatu daerah tujuan wisata tetapi fungsi yang lebih penting adalah agar wisatawan lebih banyak mengeluarkan atau membelanjakan uangnya di tempat yang dikunjunginya.

Bali juga menyediakan berbagai macam akomodasi mulai dari motel hingga villa bintang, seperti halnya Keputusan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud untuk berlibur di Bali dan menginap di Nusa Dua.


3. Infrastruktur

Attraction dan fasilitas tidak hanya dapat dicapai dengan mudah kalau belum ada infrastruktur, dimaksud dengan prasarana adalah semua fasilitas yang memungkinkan proses perekonomian sedemikian rupa, sehingga dapat memudahkan manusia untuk dapat memenuhinya. Menurut Yoeti (1992) prasarana pariwisata dibagi menjadi dua bagian, yaitu :

  1. Prasarana perekonomian, digolongkan menjadi :
  2. Pengangkutan (transportation) adalah pengangkutan yang dapat membawa para wisatawan dari daerah asal ketempat tujuan tempat wisata dengan menggunakan pesawat udara untuk jarak jauh, kapal laut, kereta api, bus, taksi dan kendaraan lainnya. Dapat dikatakan bahwa dalam pengembangan kepariwisataan baik lokal, nasional, maupun internasional sangat ditentukan oleh prasarana pengangkutan.
  3. Prasarana komunikasi, tersedianya prasarana komunikasi akan dapat mendorong para wisatawan untuk mengadakan perjalanan jarak jauh.
  4. Kelompok yang termasuk utilitas, kelompok ini adalah penerangan listrik, persediaan air minum, sistem irigasi dan sumber air, dan sumber energi yang ada.
  5. Sistem perbankan, adanya pelayanan bank bagi para wisatawan berarti memberi jaminan dan kemudahan dalam menerima atau mengirim uang tanpa mengalami birokrasi pelayanan.
  6. Prasarana sosial, adalah semua faktor yang menunjang atau menjamin kelangsungan perekonomian yang ada. Termasuk dalam kelompok prasarana sosial adalah :
  7. Sistem pendidikan. Melayani suatu usaha untuk meningkatkan tidak hanya pelayanan bagi para wisatawan, tetapi juga memelihara dan mengawasi suatu badan usaha yang bergerak dalam bidang kepariwisataan.
  8. Pelayanan kesehatan
  9. Faktor keamanan
  10. Petugas yang melayani wisatawan. Termasuk dalam kelompok ini adalah petugas imigrasi, petugas bea dan cukai, petugas kesehatan, polisi dan pejabat-pejabat lainnya yang berkaitan dengan pelayanan pariwisata.

4. Transportasi

Aktivitas kepariwisataan banyak tergantung pada transportasi karena faktor jarak dan waktu sangat mempengaruhi keinginan orang untuk melakukan perjalanan wisata. Dengan demikian transportasi dapat memudahkan wisatawan mengunjungi suatu daerah tertentu. Transportasi diwakili oleh aksesbilitas yang terdiri dari :

  1. Klasifikasi kelas jalan
  2. Jarak obyek wisata menuju kecamatan pintu gerbang utama
  3. Jumlah kota pusat pelayanan yang terletak < 50 km dari obyek wisata
  4. Jarak obyek wisata ke kota pusat pelayanan terdekat
  5. Kondisi jalan dari obyek wisata ke kota pusat pelayanan terdekat.

Adapun alas an lain yang menjadi penyebab wisatawan sebelum berkunjung adalah :

  1. Banyak pantai-pantai cantik
  2. Barisan Sawah Hijau untuk yang Gemar “Cuci Mata”
  3. Penduduknya yang ramah
  4. Pilihan Akomodasi yang Tak Terbatas
  5. Kuliner Khas
  6. Kafe-kafe “Kekinian” dengan harga bersahabat
  7. Kekayaan Sejarah dan Budaya
  8. Tempat Perbelanjaan yang Murah Meriah

Dengan menjaga dan mengembangkan point point diatas lah yang akan membuat bali siap bersaing di Era Global ini dan kita sebagai generasi muda hendaknya membantu agar pariwisata di Indonesia tidak mati dengan memberikn informasi atau membagikan hal positif dan menarik tentang Bali.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started