Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Information about Location, Traditional Food, Art & Culture and Souvenir
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.

Kekayaan Indonesia tidak ada habisnya, mulai dari sumber daya alam dan sumber daya manusianya. Meskipun di era global seperti saat ini persaingan tentang pariwisata dan sumber daya manusia semakin berat karena dengan mudahnya mengakses informasi semakin banyak pula tempat wisata di luar bali maupun di luar negeri mulai naik ke permukaan.
Meski demikian, Bali tetap percaya diri dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki akan tetap menjadi tempat wisata special di hati orang orang dan di mata dunia, hal ini yang membuat Bali yakin dan siap untuk menghadapi dunia global dan bersaing dengan tempat wisata lain karena Bali memiliki beberapa hal yang menjadi landasan dan acuan di dunia pariwisata :
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali terus meningkat dari tahun ke tahun. Wisman yang datang 2010 hanya 2.49 juta orang. Angkanya naik menjadi 2,75 juta wisman pada 2011 dan 2,82 juta wisman pada 2012.
Tiga tahun berikutnya, Bali kedatangan 3,27 juta wisman pada 2013, 3,76 juta wisman pada 2014, dan empat juta wisman pada 2015. Lonjakannya semakin signifikan pada 2016 mencapai 4,92 juta wisman atau dengan kata lain melonjak 23,14 persen dibanding setahun sebelumnya.
Mengapa jumlah wisatawan kian meningkat di Bali ?
Berikut adalah beberapa Aspek yang mempengaruhi wisata dan dapat dikelompokkan menjadi empat kategori (Spillane, 1994:63), diantaranya :
1. Attraction/daya tarik
Menurut pengertiannya attraction adalah cara menarik wisatawan atau pengunjung dengan sesuatu yang dapat ditampilkan atau wisatawan tertarik pada ciri-ciri khas tertentu dari obyek wisata. Motivasi wisatawan untuk mengunjungi suatu tempat adalah untuk memenuhi atau memuaskan beberapa kebutuhan dan permintaan. Biasanya para wisatawan tertarik pada suatu lokasi yang memiliki ciri khas tertentu yang antara lain adalah keindahan alam dan kebudayaan.
Seperti yang kita ketahui bawasannya Bali memiliki tempat pariwisata yang tiada habisnya, souvenir khas dan unik, kuliner, adat istiadat yang masih terjaga kelestariannya serta seni dan budaya yang hanya bisa di jumpai di Bali.

2. Fasilitas
Fasilitas dalam pengembangan pariwisata lebih cenderung berorientasi pada attraction di suatu lokasi karena fasilitas harus terletak dekat dengan pasarnya. Fasilitas cenderung mendukung bukan mendorong pertumbuhan dan cenderung berkembang pada saat yang sama atau sesudah attractionberkembang, attraction juga dapat merupakan fasilitas.
Dalam melakukan perjalanan ke suatu tempat atau daerah yang menjadi tujuan wisata diperlukan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan wisatawan, sehingga sebelum melakukan perjalanan wisata terlebih dahulu perlu diketahui tentang fasilitas transportasi, akomodasi, fasilitas catering service yang dapat menunjang dan memberikan pelayanan mengenai makanan dan minuman, obyek dan atraksi wisata yang ada di daerah tujuan, aktifitas rekreasi yang dapat dilakukan serta fasilitas perbelanjaan. Hal tersebut mengakibatkan timbulnya spesialisasi pelayanan yang pada akhirnya membentuk suatu distribusi pelayanan pada pendukung industri wisata.
Menurut Yoeti (1992), sarana wisata dapat dibagi menjadi tiga unsur pokok, diantaranya :
Bali juga menyediakan
berbagai macam akomodasi mulai dari motel hingga villa bintang, seperti halnya Keputusan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud untuk
berlibur di Bali dan menginap di Nusa Dua.


3. Infrastruktur
Attraction dan fasilitas tidak hanya dapat dicapai dengan mudah kalau belum ada infrastruktur, dimaksud dengan prasarana adalah semua fasilitas yang memungkinkan proses perekonomian sedemikian rupa, sehingga dapat memudahkan manusia untuk dapat memenuhinya. Menurut Yoeti (1992) prasarana pariwisata dibagi menjadi dua bagian, yaitu :

4. Transportasi
Aktivitas kepariwisataan banyak tergantung pada transportasi karena faktor jarak dan waktu sangat mempengaruhi keinginan orang untuk melakukan perjalanan wisata. Dengan demikian transportasi dapat memudahkan wisatawan mengunjungi suatu daerah tertentu. Transportasi diwakili oleh aksesbilitas yang terdiri dari :
Adapun alas an lain yang menjadi penyebab wisatawan sebelum berkunjung adalah :



Dengan menjaga dan mengembangkan point point diatas lah yang akan membuat bali siap bersaing di Era Global ini dan kita sebagai generasi muda hendaknya membantu agar pariwisata di Indonesia tidak mati dengan memberikn informasi atau membagikan hal positif dan menarik tentang Bali.

Pertanyaan :
Kalau saya memiliki kesempatan untuk membuka usaha, jenis usaha apakah yang akan saya pilih dan kembangkan, serta bagaimana tips atau trik agar usaha nya bisa sukses ?
Jawaban saya adalah sebagai berikut :
Tentu saja ada banyak hal yang perlu kita siapkan dan perhatikan sebelum memulai suatu bisnis atau usaha, selain memiliki ide tentu saja memiliki modal untuk usaha tersebut, tekad dan semangat menjadi factor penting agar usaha ini dapat di mulai, sehingga untuk saat ini saya akan membahas mengenai ide terlebih dahulu dan jawaban saya adalah Saya memilih untuk membuka usaha kuliner, yaitu kuliner tradisional yaitu dessert dari berbagai daerah yang ada di Indonesia dan akan menamainya Nusantara House of Dessert. Mengapa dessert?

Menurut pendapat saya kuliner Indonesia sudah mulai banyak terekspos dan mendapat respon positif dari berbagai kalangan dan berbagai macam orang dan sangat mudah kita jumpai dimana pun saat ini, sementara dessert masih sangat jarang, kebanyakan jajanan atau dessert hanya kita temui di pasar ataupun beberapa macamnya dapat dijumpai di supermarket tapi untuk pergi kepasar terkadang menjadi kendala bagi mereka yang ingin makan di tempat karena kebanyakan tidak menyedia space untuk makan langsung dan akan sangat merepotkan jika harus pergi kepasar hanya untuk mengobati rasa ingin tau dan rindu akan dessert dan hal yang terpenting adalah kita tidak bisa memastikan makanan tersebut bersih dan terbuat dari bahan yang baik karena lingkungan pasar yang sangat ramai dan tidak menutup kemungkinan jajanan tersebut sudah terkontaminasi debu dan kotoran.
Hal diatas yang menjadi lantasan mengapa usaha kuliner menjadi salah satu bisnis ideal yang ingin saya coba.

Adapun konsep yang ingin saya buat adalah café dengan tampilan dan desain modern dan kekinian sehingga memberikan kesan nyaman dan instagramable sehingga akan digemari oleh kaula muda dan tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga akan menikmatinya.

Untuk jenis dessert yang akan di sediakan adalah jajanan pasar ataupun jajanan kering dari berbagai daerah, hal ini seperti hal nya bisnis serba sambal dimana menyediakan berbagai jnis sambal. Mulai dari wajik, pisang epek dari Sulawesi, es pisang ijo, lupis dan serabi, cerorot dari Lombok, dan masih banyak lagi, serta di menu makanannya akan dibagi berdasarkan daerah asal nya.



Dengan demikian konsumen tidak hanya dapat mencicipi dessert dari berbagai daerah tetapi juga secara tidak langsung kita dapat memberikan edukasi dengan memberikan informasi dessert tersebut merupakan jajanan khas dari suatu daerah.
Setelah menyiapkan tempat yang nyaman dan bersih, memberikan menu yang menarik, tentu saja kita harus memberikan rasa terbaik pada setiap makanan yang dibuat seperti menyediakan varian asli dan rasa hasil modifikasi agar konsumen dapat memilih dan memberikan lebih banyak pilihan tanpa harus kehilangan rasa asli dari jajanan tersebut dan tentu saja menjaga agar rasa jajanan tidak berubah atau mempertahankan bumbu rahasia agar menjadi ciri khas tersendiri.
Berikut beberapa task lisk secara garis besar yaitu memiliki tempat yang stategis aman dan nyaman, memberikan menu yang menarik, menyuguhkan jajanan yang enak dan tentu saja tidak lupa ditunjang dengan mencari dan memilih sumber daya manusia yang mumpuni agar dapat memberikan service maksimal.
Usaha yang dapat dilakukan untuk mempertahankan usaha atau menjadikan usaha tersebut sukses yaitu dengan menjaga kenyamanan, keamanan dan kebersihan café, memilih bahan segar dan berkualitas untuk membuat jajan, merekrut karyawan yang dapat memberikan service terbaik dengan grooming yang baik pula, mempromosikan setiap hari dan tentu saja ma uterus berinovasi dengan menu dan fasilitas yang ada.
Kuliner, khususnya kuliner tradisional, masuk dalam kelompok besar wisata budaya (culture) dengan porsi 60 persen karena daya tariknya sangat tinggi. Untuk mengembangkan wisata ini, Kemenpar telah membentuk Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja dalam rangka mendukung pencapaian target kunjungan 17 juta wisatawan mancanegara. Sekaligus target 270 juta pergerakan wisatawan Nusantara pada tahun ini.
Survei dari The World Tourism Organization (UNWTO) terhadap sejumlah responden menyimpulkan bahwa, 87 persen kuliner merupakan elemen yang penting dalam sektor industri pariwisata di suatu negara. Kuliner dan pariwisata memang sejatinya sangat berkaitan dengan erat, karena pada dasarnya kuliner dan pariwisata memiliki simbiosis mutualisme. 8��J��

Bicara soal revolusi industri, Istilah industri 4.0 saat ini lagi menjadi topik hangat. Belakangan ini banyak yang membicarakan tentang revolusi industri 4.0. Tidak hanya tokoh nasional, namun juga tokoh internasiona juga membahas soal “Bersiaplah menyongsong industri 4.0” atau “Kita tidak boleh tergilas oleh industri 4.0” atau “Kita harus bisa memanfaatkan fenomena Industri 4.0.” Jadi, sebenernya revolusi industri 4.0. itu apa? Dan mengapa dikatakan revolusi keempat? Bagaimana pertama, kedua, dan ketiganya?

Revolusi Industri 1.0
Revolusi industri pertama adalah yang paling sering dibicarakan, yaitu proses yang dimulai dengan ditemukannya lalu digunakannya mesin uap dalam proses produksi barang. Penemuan ini penting sekali, karena sebelum adanya mesin uap, kita cuma bisa mengandalkan tenaga otot, tenaga air, dan tenaga angin untuk menggerakkan apapun. Masalahnya, tenaga otot amat terbatas. Misalnya, manusia, kuda, sapi dan tenaga-tenaga otot lainnya tidak mungkin bisa mengangkat barang yang amat berat, bahkan dengan bantuan katrol sekalipun. Butuh istirahat secara berkala untuk memulihkan tenaga tersebut, sehingga proses produksi kalau mau berjalan 24 jam sehari membutuhkan tenaga.
“Penemuan mesin uap yang jauh lebih efisien & murah dibandingkan mesin uap sebelumnya oleh James Watt di tahun 1776 mengubah semua itu.”
Namun, dampak negatif revolusi industri ini, selain pencemaran lingkungan akibat asap mesin uap dan limbah-limbah pabrik lainnya yang sudah kalian pelajari di buku teks sekolah kalian, adalah penjajahan di seluruh dunia. Tanpa mesin uap, Imperialis Eropa takkan bisa menaklukkan Asia dan Afrika secepat dan semudah ini. Nah, daripada lama-lama di revolusi industri yang sudah biasa dipelajari di sekolah, kita langsung ke revolusi industri kedua, yang jarang banget dibahas di sekolah.
Revolusi industri pertama memang penting dan mengubah banyak hal. Namun, yang tak banyak dipelajari adalah revolusi industri kedua yang terjadi di awal abad ke-20. Saat itu, produksi memang sudah menggunakan mesin. Tenaga otot sudah digantikan oleh mesin uap, dan kini tenaga uap mulai digantikan dengan tenaga listrik. Namun, proses produksi di pabrik masih jauh dari proses produksi di pabrik modern dalam satu hal: transportasi. Pengangkutan produk di dalam pabrik masih berat, sehingga macam-macam barang besar, seperti mobil, harus diproduksi dengan cara dirakit di satu tempat yang sama. Revolusi terjadi dengan menciptakan “Lini Produksi” atau Assembly Line yang menggunakan “Ban Berjalan” atau conveyor belt di tahun 1913. Proses produksi berubah total. Tidak ada lagi satu tukang yang menyelesaikan satu mobil dari awal hingga akhir, para tukang diorganisir untuk menjadi spesialis, cuma mengurus satu bagian saja dan tukang lainnya akan menyelesaikan sisanya.
Setelah mengganti tenaga otot dengan uap, lalu produksi paralel dengan serial, perubahan apa lagi yang bisa terjadi di dunia industri? Faktor berikutnya yang diganti adalah manusianya. Setelah revolusi industri kedua, manusia masih berperan amat penting dalam produksi barang-barang, seperti udah disebutkan sebelumnya, ini adalah era industri!
Revolusi industri ketiga mengubahnya. Setelah revolusi ini, abad industri pelan-pelan berakhir, abad informasi dimulai. Kalau revolusi pertama dipicu oleh mesin uap, revolusi kedua dipicu oleh ban berjalan dan listrik, revolusi ketiga dipicu oleh mesin yang bergerak, yang berpikir secara otomatis: komputer dan robot.
Industri 2.0 takkan muncul selama kita masih mengandalkan otot, angin, dan air untuk produksi. Industri 3.0 intinya meng-upgrade lini produksi dengan komputer dan robot. Jadi, industri 4.0 juga pasti menggunakan komputer dan robot ini sebagai dasarnya. Jadi, kemajuan apa saja yang muncul di dunia komputer kita akhir-akhir ini?
Pertama, kemajuan yang paling terasa adalah internet. Semua komputer tersambung ke sebuah jaringan bersama. Komputer juga semakin kecil sehingga bisa menjadi sebesar kepalan tangan kita, makanya kita jadi punya smartphone. Bukan cuma kita tersambung ke jaringan raksasa, kita jadinya SELALU tersambung ke jaringan raksasa tersebut. Inilah bagian pertama dari revolusi industri keempat: “Internet of Things” saat komputer-komputer yang ada di pabrik itu tersambung ke internet, saat setiap masalah yang ada di lini produksi bisa langsung diketahui saat itu juga oleh pemilik pabrik, di manapun si pemilik berada.

Lalu bagaimana Industri 4.0 ini memiliki dampak dengan pariwisata Indonesia ?

Menurut Arief, Pariwisata Indonesia telah memasuki era revolusi industri 4.0. Hal ini ditandai dengan berubahnya perilaku wisatawan yang sangat digital dan semakin dominannya wisatawan milenial.
“Sekitar 70% wisatawan melakukan search and share melalui platform digital dan lebih dari 50% inbound travellers kita adalah kaum milenial. Untuk itu, milenial harus memanfaatkan tourism 4.0 sebagai sumber keunggulan kompetitif baru dalam memenangkan pariwisata di pasar global,” ujar Arief Yahya pada acara Millennials Gathering 2019 di Swiss-Belhotel Borneo Samarinda, Kalimantan Timur pada Sabtu (30/03/2019).
Menurut perhitungan Asosiasi Perjalanan Asia Pasifik (PATA), kunjungan wisatawan asing ke Indonesia pada 2015 berjumlah 9,1 juta, sedangkan Malaysia 27,7 juta orang dan Thailand 36 juta orang. Pada 2018, Indonesia diperkirakan akan kedatangan 10,7 juta wisatawan asing, sedangkan Malaysia 30,7 juta orang dan Thailand 79,6 juta.

Hal ini lah yang perlu kita manfaatkan dengan baik karena dengan adanya revolusi 4.0 memberikan kesempatan bagi siapa aja untuk dapat mempromosikan pariwisata yang ada dengan sangat mudah dan telah mendapat dukungan dari pemerintah.

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang saat ini sangat berpengaruh besar di Indoneasia dan banyak program yang di lakukan pemerintah Indoneasia demi mengangkat dan memperkenalkan pariwisata yang ada di setiap daerah di Indonesia, seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia adalah salah satu negara dari 204 negara didunia (viva).
Indonesia merupakan negara maritim, yaitu negara yang memiliki banyak pulau. Hal ini menyebabkan Indonesia kaya akan sumber daya alam. Sumber daya alam yang melimpah ini terdiri dari hayati, energi, materi, ruang dan masih banyak lagi macamnya. Karena adanya potensi pada sumber daya alam tersebut.
Seiring perkembangan zaman dan teknologi, Pariwisata juga terus mengalami perubahan dan pembaharuan seperti yang di sampaikan oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang mengajak para pelaku industri pariwisata yang tergabung dalam ASITA untuk menggalakkan digital dan milennial tourism di Indonesia.

Hal ini juga di sebabkan oleh era Dimasa kini segala informasi dan kebutuhan bisa diakses melalui Smartphone dan Internet, hal ini tidak hanya berdampak dalam proses pemenuhan kebutuhan sehari hari seperti melakukan pesenan tiket pesawat online, memesan makanan dan transportasi umum secara online, akomodasi menginap secara online dan masih banyak lagi.
Hal tersebut secara tidak langsung berdampak di kehidupan sehari hari yang menjadi lebih mudah bagi individu yang menggunakan fasilitas tersebut tapi juga memberikan dampak positif bagi penyedia jasa layanan tersebut.
Dengan adanya internet maupun sosial media kita dapat dengan mudah mendapatkan informasi mengenai berbagai tempat wisata di seluruh belahan dunia, ditunjang dengan mudahnya mengakses akomodasi dan transportasi membuat lebih banyak orang memiliki kesempatan untuk mulai bepergian karena tidak perlu khawatir mengenai akomodasi karena mereka dapat dengan mudah mengakses lokasi, fasilitas, tempat wisata sekitar dan melihat ulasan dari tempat tersebut hanya dengan beberapa klik di smartphone.
Menindaklanjuti dari berkesimabungannya hal diatas saat ini kian bertambah banyak perusahaan yang mulai berkarir di dunia pariwisata atau travel digital dan terbukti tidak hanya memberikan dampak positif ke perusahaan tersebut melainkan telah menyumbang banyak ke devisa negara dari sektor pariwisatanya.
Menpar Arief juga menjelaskan pertumbuhan pariwisata di Indonesia menjadi salah satu paling tercepat di dunia. Untuk itu pemerintah fokus pada dua hal, yang pertama deregulasi dan yang kedua adalah digitalisasi.
Menurut dia, transformasi melalui digital saat ini paling tepat dilakukan karena hampir 70 persen wisatawan ke Indonesia sudah menggunakan digital.
Ia juga mengatakan sangat perlu mempersiapkan platform digital yang mumpuni, dapat mengakomodir milenial secara intim. Namun, jangan lupakan konten seperti story telling, experience, dan originalitas atau keaslian.
Menteri Pariwisata Arief Yahya yang juga ada dalam FGD tersebut mengamini hal tersebut. Menurutnya konten di destinasi memang perlu diperkuat dengan story telling, experience, dan lainnya. Arief menargetkan pasar milenial sebesar satu per tiga dari target 20 juta wisatawan mancanegara di 2019, yaitu sekitar enam hingga tujuh juta. Sementara untuk wisatawan nusantara sebanyak 28 juta wisatawan nusantara.
Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk membantu mengembangkan pariwisata di era Digitalisasi ini ?

Kita dapat melakukan perubahan dari diri kita sendiri yaitu dengan membagikan berbagai keindahan bumi pertiwi di sosial media maupun diinternet dengan cara yang kita sukai ataupun kuasai, hal ini secara tidak langsung akan memberikan informasi kepada orang lain. Saat ini semua orang dapat saling membagikan cerita dan pengalaman tentang tempat wisata dengan bantuan berbagai media sosial entah dalam bentuk gambar, ulasan maupun video. Dengan demikian kita turut mensupport program pemerintah dan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan bangga menjadi warga Indonesia.
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.